Polri, Pengayom dan Pelindung Masyarakat di Masa Pandemik Covid-19

Pada masa pandemik Covid-19, paradigma peran Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat harus berkembang. Perkembangan ini, setidaknya merupakan kesadaran akan dua (dua)...

Migas, Crime Opportunities from Upstream to Downstream

GENERALLY, there are five stages in the Migas (Oil and Gas) industry activities that is exploration, production, processing, transportation, and marketing. These five main...

Irjen Pol M Fadil Imran, Positive News Maker Jawa Timur 2020

Sumber : Times Indonesia : Irjen Pol M Fadil Imran, Positive News Maker Jawa Timur 2020. Sebagai Kapolda Metro Jaya yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran memiliki peran penting...

Restorative Policing

Kepercayaan masyarakat kepada polisi tergantung dari sejauhmana polisi mampu menciptakan dan merawat rasa aman masyarakat. Rasa aman tumbuh bila tidak terjadi kejahatan. Untuk meningkatkan kepercayaan warga DKI pada polisi, tak ada pilihan lain bagi Polda Metro Jaya selain meningkatkan upaya pencegahan kejahatan berbasis komunitas. ------------------------------------- Mengapa Polda Metro Jaya memilih pencegahan kejahatan dengan basis komunitas? Karena selain bisa mengatasi keterbatasan personil polisi, banyak biaya termasuk biaya sosial...

Whitecollar Crime

Sejak Indonesia merdeka, ada issue yang kerap menjadi perdebatan di kalangan founding fathers, yaitu mengenai posisi dan peran negara yang bersinggungan dengan kata “dikuasai oleh negara”, seperti yang termuat di dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Pada saat itu Presiden Soekarno menafsirkan, bahwa karena kondisi perekonomian masih lemah pasca-kemerdekaan, maka negara harus menguasai sebagian besar bidang usaha yang dapat menstimulasi kegiatan ekonomi.

Index

Pada masa pandemik Covid-19, paradigma peran Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat harus berkembang. Perkembangan ini, setidaknya merupakan kesadaran akan dua (dua)...

M Fadil Imran

Reformasi Indonesia (1998) membawa perubahan sosial dan konstitusi. Di antaranya, pemisahan Polri dari ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Konsep pemolisian pun berubah. Dari paramiliteristic policing jadi professionalism policing.