M FADIL IMRAN

Reformasi Indonesia (1998) membawa perubahan sosial dan konstitusi. Di antaranya, pemisahan Polri dari ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Konsep pemolisian pun berubah. Dari paramiliteristic policing jadi professionalism policing. Irjen. Pol. Dr. H. M. Fadil Imran, salah satu polisi intelektual. Pernah pegang komando ketika jadi Kapolres Jakarta Barat (2013 - 2015). Tapi juga meraih gelar Doktor Kriminologi dari Universitas Indonesia, 2 Juli 2014. Disertasinya mengambil topik yang belum pernah ada di Indonesia. Setidaknya, sampai dengan saat dia dilantik. Yakni: Kasus Mutilasi. Judulnya: Studi Kejahatan Mutilasi di Jakarta (Perspektif Pilihan Rasional dari Lima Pelaku). Dia lulus cum laude dengan IPK 3,81. Dalam disertasinya, Fadil menyatakan: Pelaku mutilasi dipastikan punya waktu menimbang-nimbang. Apakah akan memotong-motong mayat? Atau dibuang? Atau dikubur? Sedangkan motif pelaku laki-laki, memutilasi karena ingin menghindar dari situasi yang tidak dia harapkan. "Ini ada mayat sudah dibunuh. Supaya saya secure (tidak ketahuan), saya apakan orang ini?" ia memberikan ilustrasi saat diwawancarai wartawan. Menurut Fadil, sebenarnya banyak pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh para pelaku setelah membunuh, selain memutilasi. Pilihan tersebut seperti, meninggalkan korban, mengubur, membuang ke laut atau ke hutan. Kalaupun akhirnya pelaku memilih melakukan mutilasi, biasanya itu terjadi karena pelaku merasa dalam situasi yang tidak diharapkan sehingga memilih dengan memotong-motong tubuh korban. Selain karena adanya faktor pendukung lain. Fadil mencontohkan kasus Ryan (ada dalam disertasinya). Dalam pandangan Fadil, mutilasi yang dilakukan Ryan terjadi karena adanya faktor-faktor pendukung. Faktor pendukung itu adalah facilitator (fasilitator) dan no intimate handler. Dalam melakukan mutilasi, ungkap Fadil, Ryan menggunakan pisau yang memang selalu tersedia di apartemennya. "Pisau tersebut sebagai fasilitator. Faktor no intimate handler Ryan adalah kedua orangtuanya yang tidak harmonis," urai Fadil. Pada saat mempertimbangkan untuk melakukan mutilasi, Ryan tidak lagi memikirkan kedua orangtuanya. Ketiadaan orang-orang dekat yang memiliki pengaruh pada seseorang, menjadi pemicu yang mempermudahnya melakukan mutilasi. "Kalau Anda mau berbuat jahat pasti mikir, kasihan orangtua saya," ujar Fadil. Selaku promotor disertasi Fadil, Prof Andrianus Meliala (pakar kriminologi) berharap disertasi Fadil bisa segera dibukukan. Karena memiliki substansi tema yang menarik. Apalagi mutilasi merupakan tindakan kejahatan yang sangat mengerikan khususnya di mata masyarakat. "Ini perlu dibukukan agar bisa dibaca oleh semua orang," kata Prof Adrianus. Dari latar belakang keilmuan Fadil, maka professional policing selalu melekat pada dirinya. Bagai nasi dan sayur. Web pribadi Fadil Imran ini disajikan kepada publik sebagai sumbangan pemikiran. Siapa tahu ada manfaatnya. Sehingga jadi sedekah ilmu bermanfaat dari Fadil kepada Anda. Insya Allah. (*)

Posts

44 POSTS

Comments

0 COMMENTS

Social

Pada masa pandemik Covid-19, paradigma peran Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat harus berkembang. Perkembangan ini, setidaknya merupakan kesadaran akan dua (dua)...
Kepercayaan masyarakat kepada polisi tergantung dari sejauhmana polisi mampu menciptakan dan merawat rasa aman masyarakat. Rasa aman tumbuh bila tidak terjadi kejahatan. Untuk meningkatkan kepercayaan...

Recent posts

Avira Software Blog page

For those of you who have been using Avira antivirus protection computer software for some time, you could have noticed that the company...

Avira Mac Assessment

In our Avira Mac review, we noted that the product is stable and to use, but that it isn't specifically...

Where to get the Best Customer VPN

The best buyer vpn offers you volume cover and is cost free. Whether you intend to protect your own or firm data, you...

Kaspersky Antivirus Review

Kaspersky's security program creates online disk pushes that perform like any other drive on your PC. Once open, these vaults...

Utilizing a VPN App to Unblock Geo-Restricted Websites

Using a VPN application to unblock geo-restricted websites is among the fastest methods to surf the Internet. This request scrambles...