Fadil Imran

Reformasi 1998 mengubah Indonesia. Di antaranya, pemisahan Polri dari TNI. Konsep pemolisian pun berubah. Jadi professionalism policing.

Irjen. Pol. Dr. H. M. Fadil Imran, salah satu polisi intelektual. Peraih Doktor Kriminologi dari Universitas Indonesia, 2 Juli 2014.

Topik disertasinya belum pernah ada di Indonesia: Kasus Mutilasi.

Judulnya: Studi Kejahatan Mutilasi di Jakarta (Perspektif Pilihan Rasional dari Lima Pelaku).

Dalam disertasinya, Fadil menyatakan: Pelaku mutilasi punya waktu menimbang-nimbang. Mayat dimutilasi? Dibuang? Atau dikubur?

Motif pelaku: Menghilangkan jejak kejahatannya.

“Ini ada mayat, sudah saya bunuh. Supaya tidak ketahuan, saya apakan mayatnya?” ia memberi ilustrasi, saat diwawancarai wartawan tentang itu.

Tentu, banyak pilihan pelaku menghilangkan jejak. Bisa meninggalkan korban. Mengubur. Membuang ke laut. Atau ke hutan.

Pelaku memilih, mutilasi cara terbaik. Ditambah adanya faktor pendukung.

Contoh dalam disertasi: Kasus Very Idam Henyansyah alias Ryan (2008). Pembantai 11 orang. Sebagian besar dimutilasi.

Faktor pendukung di kasus itu, pelaku selalu menyimpan pisau di apartemennya. Juga, ketika Ryan kanak-kanak, orang tuanya bercerai. Broken home.

“Bagi keluarga normal, akan memikirkan dampak keluarga, jika membunuh,” kata Fadil. “Apalagi mutilasi. Mengerikan publik.”

Maka, mutilasi pilihan pelaku, setelah dipertimbangkan. Secara sadar.

Dengan disertasi itu, Fadil Imran lulus predikat cumlaude. IPK 3,81.

Dari latar belakang keilmuan Fadil, maka professional policing selalu melekat pada dirinya.

Karir di Polri

M. Fadil Imran lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968. Lulusan Akademi Polisi (Akpol) 1991.

Karirnya di Polri lebih banyak di bidang reserse kriminal.

2008 Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

2008 Kapolres KP3 Tanjung Priok

2009 Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya

2011 Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri.

2011 Direktur Ditreskrimum Polda Kepri.

2013 Kapolres Metro Jakarta Barat.

2015 Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri.

2016 Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Di situ Fadil Imran membongkar kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn. Membekuk seorang pelaku wanita berinisial P (31).

2016 Wakil Dirtipideksus Bareskrim Polri.

2017 Dirtipid Siber Bareskrim Polri.

Di situ Fadil Imran membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) pada Februari 2018.

2019 Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga tahun 2020.

8 Mei 2020 Kapolda Jawa Timur.

Web pribadi Fadil Imran ini, disajikan sebagai sumbangsih pemikiran. Siapa tahu bermanfaat.

Jadi sedekah ilmu bermanfaat dari Fadil Imran kepada Anda. Insya Allah. (dwo)