Home Whitecollar Crime Melanjutkan Program Promoter

Melanjutkan Program Promoter

Author

Date

Category

CALDER (2005) menandai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan peningkatan penggunaan komputer, Internet, teknologi pita lebar, hingga harga komputer yang semakin terjangkau. Ini menjadikan informasi memainkan peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya, serta politik.

Informasi juga membentuk masyarakat baru yang dikenal sebagai masyarakat informasi (information society). Informasi kemudian menjadi sumber daya penting dalam masyarakat modern. Hal ini memunculkan dinamika baru. Ditambah lagi dengan peningkatan volume dan keragaman pengolahan data dan informasi yang memunculkan konsep masyarakat informasi tersebut.

Menurut Marco (2009), bentuk masyarakat yang baru ini bergantung pada produk dan layanan informasi. Masyarakat informasi merupakan tahap baru peradaban manusia. Ini melambangkan cara hidup baru. Perkembangan ini akan menemukan momentum pada Pilkada Serentak 2020 yang akan berlangsung pada 23 September 2020.

Penggunaan Medsos atau website portal secara umum akan meningkat, karena kebutuhan kampanye bagi para calon pemimpin. Masyarakat Informasi akan mengandalkan platform digital dibandingkan dengan media konvensional.

Berdasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, ciri Indonesia sebagai masyarakat informasi sudah kentara. Tahun 2013, di Indonesia terdapat data sbb:

  1. 5,86% rumah tangga menggunakan telepon kabel tetap
  2. 86,09% rumah tangga menggunakan telepon seluler
  3. 32,22% rumah tangga pernah mengakses internet dalam 3 bulan terakhir
    4. 15,09% penduduk usia 5 tahun ke atas pernah mengakses internet dalam 3 bulan terakhir
  4. 10.085.624 pelanggan telekomunikasi dengan kabel
  5. 331.709.063 pelanggan telekomunikasi tanpa kabel

Data akhir tahun 2014 menunjukkan, pengguna internet di Indonesia mencapai 88,1 juta dari total 252 juta jiwa penduduk . Data ini merupakan hasil survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Tahun 2016, penetrasi penggunaan internet di Indonesia mencapai 51,8%. Artinya, terdapat 132,7 juta penduduk yang menggunakan internet dalam kehidupan kesehariannya.

Sebanyak 82,2 juta penduduk Indonesia aktif menggunakan internet untuk bertransaksi. Sebanyak 71,6 juta penduduk aktif menggunakan internet dalam berinteraksi melalui Medsos, seperti dikutip detik.com. Jumlah pengguna internet terbesar ada di pulau Jawa sebanyak 86,4 juta (65%), Sumatera 20,4 juta (15,7%), Kalimantan 7,7 juta (5,8%), Sulawesi 8,4 juta (6,3%), Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 9,5 juta (7,2%).

Ikut berkembang

Mengiringi perubahan tersebut, kejahatan juga ikut berkembang. Salah satunya fenomena kejahatan siber (cyber crime). Ini merupakan fenomena kejahatan yang unik dibandingkan dengan kejahatan riil yang bersifat nonteknologis. 

Brenner (2010) menyebutkan enam aspek dalam kejahatan siber yakni stealthchallengeanonymityreconnaissanceescape, dan multipliable. Dengan keunikan seperti itu, pelaku bisa mengotomatisasi beberapa kejahatan dalam satu satuan waktu.

Saat ini terdapat berbagai tantangan yang bersifat multidimensional. Tantangan seperti ini sulit untuk dihadapi secara parsial. Diperlukan penanganan secara menyeluruh atau komprehensif.

Hal ini mendorong Polri selalu dinamis dan beradaptasi dalam menanggapi segala bentuk gangguan keamanan dan kriminalitas. Upaya penanganan tersebut terumuskan dengan 11 Program Optimalisasi Aksi menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya atau populer dengan sebutan PROMOTER.

Program Optimalisasi Aksi ini merupakan penjabaran dari beberapa dokumen seperti tercantum dalam Pasal 2 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. Dokumen lain adalah Grand Strategy Polri 2005-2025, khususnya Tahap III Strive for Excellence 2016 – 2025. Lihat Diagram Panduan Penjabaran dan Implementasi Optimalisasi Aksi Program Prioritas PROMOTER.

Selain dokumen tersebut, ada empat ancaman utama di berbagai negara berkembang, termasuk di Indonesia, yakni sbb:

  1. Politik hegemoni berbagai negara
  2. Gejolak kawasan
  3. Kejahatan terorganisasi
  4. Ancaman ideologi, kelompok ekstrem, baik kiri ataupun kanan, dan budaya

Asing

Profesionalisme mensyaratkan adanya pendidikan dan pelatihan bagi anggota polisi. Hal itu disertai dengan peningkatan efektivitas dan efisiensi, bekerja sama dengan para ahli, serta mendorong pemahaman tentang kehidupan masyarakat dan potensi kriminal.

Reformasi adminstratif dilakukan dengan reorganisasi, meningkatkan pengawasan terhadap setiap aktivitas pemolisian, mengembangkan strategi memerangi kriminalitas, dan supervisi terhadap para anggota  (individual officers). 

Teknologi dimaksudkan sebagai pemanfaatan berbagai inovasi teknologi dalam pemolisian. Ini mencakup patroli, penggunaan radio communicationspublic records systemsfingerprintingtoxicology, serta forensics (Gaines and Miller, 2011).

Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz jauh-jauh hari sudah menginstruksikan kepada anggotanya termasuk Korps Brimob siap mengamankan berbagai agenda nasional yang salah satunya adalah Pilkada Serentak 2020. Instruksi itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan HUT ke-74 Brimob di Mako Brimob Depok, 14 November 2019.

Kapolri juga menyampaikan tujuh program prioritas Polri, antara lain: mewujudkan SDM unggul, pemantapan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, pemantapan manajemen media, penguatan sinergi polisional, penataan kelembagaan, dan penguatan pengawasan.

“Implementasi dari program PROMOTER selama tiga tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang signifikan. Yaitu meningkatnya kercayaan masyarakat terhadap Polri. Oleh sebab itu pada masa kepemimpinan saya, program ini saya lanjutkan,” ujar Kapolri.

Recent posts