Home Headline Pemolisian Restoratif, Cerita dari Medan Tugas

Pemolisian Restoratif, Cerita dari Medan Tugas

Author

Date

Category

BERKEMBANGNYA kejahatan akhirnya berbuah tuntutan untuk melakukan pengendalian sosial (social control). Kampung Ambon di, Cengkareng, Jakarta Barat, bisa dijadikan salah satu contoh bagaimana kejahatan yang akut akhirnya bisa ditangani secara efektif lewat pendekatan yang restoratif.

Ada beberapa definisi tentang pengendalian sosial. Menurut Kornblum (2012), pengendalian sosial dapat didefinisikan sebagai tata cara masyarakat mencegah penyimpangan dan menghukum pelakunya.

Mengingat penyimpangan pada dasarnya merupakan pelanggaran terhadap norma, sosialisasi dan penegakan terhadap norma merupakan satu bagian dari pengendalian sosial. Pengendalian sosialdapat dibangun dengan menciptakan institusi resmi seperti polisi, penjara, dan rumah sakit jiwa.

Pijakan institusional ini yang kemudian digunakan dalam menjelaskan praktik pemolisian (policing).Mengacu pada Button (2002), pemolisian pada dasarnya merupakan fungsi masyarakat yang berkontribusi pada tatanan sosial yang dilakukan oleh berbagai badan dan agen yang berbeda. Menurut Jones dan Newburn (2006), pemolisian adalah semua aktivitas yang berkaitan dengan pemeliharaan masyarakat secara terorganisasi, penegakan hukum, dan pencegahan kejahatan.

Mengacu pada O’Brien and Yar (2008), pemolisian merupakan praktik regulasi yang berfungsi untuk memonitor perilaku sosial dan memastikan kesesuaiannya dengan hukum dan norma. Pemolisian dapat bersifat informal serta terorganisasir secara formal, dan dapat melibatkan berbagai aktor dan lembaga sosial.

Kirby (2013) mendefinisikan pemolisian sebagai proses umum mencegah kejahatan, mendeteksi kejahatan, serta menjaga ketertiban, yang banyak melibatkan lembaga atau individu.

Berdasarkan literatur klasik tentang fungsi polisi berjudul Policing a Free Society yang ditulis Herman Goldstein tahun 1977, fungsi polisi antara lain:

  • Mencegah dan mengendalikan tingkah laku yang disadari sebagai suatu bentuk ancaman terhadap nyawa dan harta benda
  • Memberikan bantuan kepada individu-individu yang berada dalam ancaman perlukaan fisik, seperti misalnya korban-korban dari serangan pelaku kejahatan
  • Melindungi hak-hak yang dijamin oleh konstitusi, seperti hak kebebasan berbicara, berpendapat, dan berkumpul atau berserikat
  • Memfasilitasi pergerakan atau lalu lintas orang dan kendaraan.
  • Memberikan bantuan kepada individu-individu yang tidak mampu menolong dirinya sendiri, seperti orang yang keracunan, orang yang kecanduan, sakit jiwa, difabel, anak-anak, serta manusia lanjut usia
  • Menyelesaikan konflik, antarindividu, antarkelompok, atau individu dengan pemerintah
  • Mengidentifikasi masalah yang dinilai memiliki potensi menjadi ancaman bagi individu, warga negara, polisi, atau pemerintah
  • Menciptakan dan menjaga rasa aman di dalam komunitas

Model pemolisian pada dasarnya adalah pernyataan umum yang mengacu pada orientasi dan pendekatan polisi dalam melaksanakan perannya. Johnston (1992) membedakan polisi menjadi tiga tipologi yaitu reactive force, proactive service, dan gabungan keduanya atauvelvet glove and iron fist .

Ponsaers (2001) mendiskusikan konsep tentang pemolisian yang banyak diperdebatkan oleh ahli ilmu sosial. Salah satu yang menjadi pembahasannya adalah konsep model pemolisian sbb:

  • The military-bureaucratic model atau model militer-birokrasi
  • The lawful policing model atau model pepolisian dengan penegakan hukum
  • Community-oriented policing (COP) atau pemolisian berorientasi masyarakat
  • Public-private divide policing atau pemolisian dengan basis publik-swasta

Diagram Model Pemolisian Versi Ponsaers (2001)

Sumber: Ponsaers, 2001, page 473.

Weisburd dan Eck (2004) menulis buku berjudul What Can Police Do to Reduce Crime, Disorder, and Fear?.Mereka mengkajiefektivitas polisi dalam mengurangi kejahatan, gangguan ketertiban, dan rasa takut akan kejahatan dalam konteks tipologi dari inovasi dalam praktik kepolisian. Mereka membaginya berdasarkan diversity of approaches dan level of focus menjadi empat dimensi pemolisian, yaituStandard model,Community policing,Hot spot policing, Problem oriented policing.

Diagram Dimensi Strategi Pemolisian Versi Weisburd dan Eck

Sumber: Weisburd and Eck, 2004, page 45.

Sedangkan Clamp and Paterson (2017) mengembangkan model pemolisian dengan mengacu pada aspek: (1) Goals, (2), Approach, (3) Process, (4) Police roles, (5) Public involvement.

Berdasarkan konteks kendala, keterbatasan, serta tuntutan, bagi Clamp dan Paterson (2017), model pemolisian yang dapat dikembangkan adalah pemolisian restoratif alias restorative policing.

Sumber: Clamp and Paterson, 2017.

Program kuliner di Kampung Ambon

Kampung Ambon bisa dijadikan contoh pemberlakuan model pemolisian restoratif (restorative policing). Dulu, kawasan ini dikenal sebagai bronk alias kawasan hitam, pusat peredaran narkoba, perjudian, dan sejenisnya.

Kampung Ambon terletak di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Menurut salah satu jurnal yang diterbitkan Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, kawasan ini mulai dibanjiri penduduk pada dekade 60-an. Kebanyakan adalah warga perkampungan Ambon di Kwitang, Jakarta Pusat yang digusur.

Peredaran narkoba di kawasan ini relatif lama karena telah membentuk struktur relasi sosial yang kuat, selain solidaritas sosial di di kalangan warga. Pada satu titik, peredaran narkoba menjadi semacam penghidupan mereka sehari-hari. Akibatnya, penindakan yang dilakukan polisi dan pihak terkait tidak efektif karena tidak mendapat dukungan warga setempat.

Pada 23 Mei 2009, 200 aparat gabungan dikerahkan untuk merazia judi dan narkoba. Aparat hanya menyita barang bukti yang minimalis seperti sepeda motor, mobil, dan kartu remi. Model pendekatan paramiliteristic policing seperti ini tidak efektif  (Jurnal Kriminologi Indonesia Vol. 7 No.I Mei 2010).

Perlahan-lahan, Polres Metro Jakarta Barat putar haluan dalam menangani Kampung Ambon dengan kreativitas pendekatan sekaligus keuletan. Tahun 2014, polisi menerapkan pendekatan door to door di RW 07 Kompleks Permata alias Kampung Ambon. Pendekatan seperti ini juga dibarengi dengan penyuluhan secara menyeluruh di tujuh RT yang ada di RW 07.

Warga Kampung Ambon ternyata bisa menerima pendekatan seperti ini. Kapolrestro Jakbar melebarkan materi penyuluhan. Tidak saja penyuluhan narkoba, tetapi juga penyuluhan tentang kamtibmas.

Pimpinan Polrestro Jakbar juga aktif blusukan untuk menguatkan pendekatan kepada komunitas Kampung Ambon. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi pendekatan seperti ini karena lebih ampuh dalam menangani peredaran narkoba yang sudah menahun di Kampung Ambon. BNN pun memberikan penghargaan kepada Polrestro Jakbar.

BNN bersama Polrestro Jakbar tak mau putus dalam membina masyarakat Kampung Ambon. Berbagai event digelar guna mempercepat proses move-on warga dari belitan narkoba.

Salah satu event yang kreatif adalah “Pemberdayaan Alternatif Melalui Pemberdayaan Kuliner”. Keterampilan kulinter merupakan kebutuhan yang sangat riil bagi masyarakat.

Sasarannya adalah meningkatkan keterampilan memasak bagi kaum ibu dan remaja agar mampu berwirausaha secara mandiri. Ini akan menjadi bekal dalam menambah penghasilan bagi masyarakat.

Ibu-ibu sengaja jadi sasaran. Sebab, mereka sangat potensial menjadi agen perubahan bagi keluarga hingga lingkungan Kampung Ambon. Sasaran akhir adalah masyarakat Kampung Ambon yang sehat dan bersih dari narkoba.

Tokoh-tokoh masyarakat Kampung Ambon juga aktif mendukung program ini. Menurut ketua RW, warga terutama ibu-ibu sangat merindukan wilayahnya terbebas dari narkoba. Dengan bekal penghidupan yang halal, warga tidak gampang melakukan kegiatan ilegal.

Recent posts

Protection Features of Anti-virus Software

Antivirus application, as well referred to as spyware protection, is mostly a special laptop program useful to stop, find, and...

Precisely what are the Features of Online Billing Software?

If you offer products web based, it is better to use Invoicing Software mainly because it makes details easier for...

Business Portal Assortment Considerations

When you decide to create a business site for your company, there are many considerations that you have to ...